JAKARTA – Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan stok berbagai komoditas pangan utama masih dalam kondisi mencukupi dengan harga yang relatif stabil.
“Jadi saudara-saudara, apa pun yang terjadi di Timur Tengah, kalau soal pangan kita siap. Stoknya cukup, harga terjangkau,” ujar Zulkifli Hasan usai menghadiri pelepasan program Mudik Ceria PAN 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan sejumlah komoditas pangan seperti beras, jagung, telur, ikan, dan daging ayam saat ini masih tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, ia mengakui sempat terjadi kenaikan harga pada komoditas cabai dalam beberapa waktu terakhir. Namun kondisi tersebut mulai berangsur stabil.
“Memang sedikit naik cabai, tapi sekarang sudah mulai agak turun. Jadi stok pangan aman insyaallah,” katanya.
Selain ketersediaan pangan, pemerintah juga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap aman.
Menurutnya, cadangan BBM nasional saat ini diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 30 hari ke depan.
“BBM aman, stok kita bisa sampai 30 hari,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah intervensi, salah satunya melalui penyelenggaraan pasar murah di sejumlah daerah.
“Kita bikin pasar murah, subsidi dari bupati, dari wali kota. Tiap kecamatan dan kelurahan ada pasar murah,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi bagi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran. Program tersebut antara lain berupa bantuan pangan untuk jutaan keluarga serta potongan harga tiket transportasi guna meringankan beban masyarakat selama periode mudik.
Pewarta: Fajri
Editor: Agus S





