PASER — Dinas Kesehatan Kabupaten Paser memperkuat langkah pencegahan untuk mengantisipasi masuknya kasus campak ke daerah tersebut, menyusul meningkatnya kasus penyakit menular itu di sejumlah wilayah di Kaltim.
Kepala Dinkes Paser Amri Yulihardi mengatakan upaya pencegahan dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif dengan melibatkan puskesmas serta puskesmas pembantu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan dan desa.
Menurutnya, salah satu langkah utama yang dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
“Sosialisasi yang kita lakukan berkaitan dengan bagaimana hidup bersih dan sehat, seperti dalam penanganan COVID-19 kemarin, kita anjurkan untuk rajin mencuci tangan. Ini sangat penting sekali,” ujar Amri, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan hingga saat ini Kabupaten Paser belum mencatat adanya kasus campak seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain di Kaltim.
Meski demikian, Dinkes Paser tetap melakukan pemantauan secara intensif melalui laporan dari seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di wilayah tersebut.
Amri juga mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala awal penyakit campak agar dapat segera mendapatkan penanganan medis.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, munculnya ruam pada kulit, serta gangguan pernapasan atau diare berat.
“Apabila ada yang terindikasi terjangkit, segera ke puskesmas terdekat agar mendapat pelayanan kesehatan sehingga dapat dilakukan pengobatan secara lebih intensif,” katanya.
Selain campak, masyarakat juga diminta mewaspadai penyakit lain yang kerap muncul saat masa peralihan musim, seperti demam berdarah dengue (DBD).
Untuk mencegah penyebaran DBD, Dinkes Paser mengajak masyarakat menerapkan gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.
Menurut Amri, peningkatan kasus DBD biasanya dipicu oleh berkembangnya jentik nyamuk di lingkungan sekitar yang kurang terjaga kebersihannya.
“Hal-hal inilah yang kami himbau melalui pelayanan kesehatan di kecamatan dan desa untuk terus melakukan upaya promotif dan preventif,” pungkasnya.
Pewarta: Nash
Editor: Agus S





