SANGATTA — Tekad menjadi sarjana pertama di keluarganya mengantarkan Anugrah Cahaya Pertiwi meraih kesempatan kuliah melalui program beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Bantuan tersebut kini membuka jalan baginya untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus membebani orang tua.
Pertiwi merupakan anak dari pasangan ayah yang berprofesi sebagai wirausaha dan ibu rumah tangga. Sejak kecil ia sudah menanamkan mimpi untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Saya ingin membanggakan kedua orang tua saya. Beasiswa ini juga menjadi bukti bahwa saya harus serius belajar dan memanfaatkannya sebaik mungkin,” ujar Anugrah Cahaya Pertiwi saat diwawancarai, Kamis (12/3/2026).
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Pertiwi dikenal aktif dan berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Pendidikan menengahnya bahkan ditempuh di lingkungan pesantren sejak SMP.
Menurutnya, pengalaman belajar di pesantren turut membentuk karakter disiplin serta menumbuhkan semangat belajar yang kuat.
Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan sebenarnya sempat mengarah ke luar negeri. Namun karena berbagai pertimbangan keluarga, ia memutuskan melanjutkan kuliah di dalam negeri sambil mencari peluang beasiswa.
Kesempatan tersebut datang ketika ia mengetahui adanya program beasiswa Baznas dari pengasuh pondok pesantrennya, KH Hamim Tohari di Pesantren PAQUSATTA.
Dukungan dari para guru dan pengasuh pesantren membuatnya semakin mantap untuk mengikuti proses seleksi.
Meski sempat merasa gugup saat menjalani tahapan seleksi, Pertiwi tetap berusaha optimistis. Usahanya akhirnya membuahkan hasil ketika dirinya dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa.
“Alhamdulillah saya sangat senang karena bisa melanjutkan studi tanpa harus membebani orang tua terkait biaya,” katanya.
Saat ini Pertiwi menempuh pendidikan di Institut Agama Islam SEBI Depok dengan mengambil jurusan Manajemen Bisnis Syariah.
Ia mengaku memilih jurusan tersebut karena sesuai dengan minatnya pada dunia usaha.
“Saya memang suka dengan hal-hal yang berkaitan dengan bisnis, jadi saya merasa jurusan ini cocok dengan cita-cita saya,” tuturnya.
Program beasiswa Baznas yang ia terima memberikan berbagai dukungan, mulai dari pembiayaan kuliah, fasilitas tempat tinggal, hingga uang bulanan bagi mahasiswa penerima manfaat.
Dengan bantuan tersebut, ia dapat lebih fokus menjalani proses perkuliahan tanpa harus memikirkan persoalan biaya pendidikan.
Ia juga mulai belajar mengatur keuangan secara mandiri agar tetap hemat dan bisa menabung selama menjalani masa studi.
Kabar diterimanya beasiswa tersebut disambut penuh kebahagiaan oleh keluarganya. Orang tuanya merasa bangga karena anak mereka mampu melanjutkan kuliah di luar pulau melalui jalur beasiswa.
Ke depan, Pertiwi bercita-cita menjadi seorang entrepreneur yang tetap berpegang pada nilai-nilai agama.
Ia berharap dapat membangun usaha yang tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat.
“Bismillah saya ingin menjadi pebisnis yang paham agama dan memiliki passive income,” ungkapnya.
Baginya, keberhasilan menempuh pendidikan tinggi bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga sebagai bentuk balas jasa kepada orang tua yang telah berjuang membesarkannya.
Ia juga berpesan kepada pelajar lain yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tidak menyerah dalam mengejar pendidikan.
“Jangan malu jika kita tidak mampu secara finansial, tapi malulah jika kita tidak mau mengubah keadaan. Terus semangat belajar dan raih prestasi sebanyak-banyaknya,” pesannya.
Di akhir perbincangan, Pertiwi menyampaikan rasa terima kasih kepada para muzakki yang telah menyalurkan zakat melalui Baznas.
“Terima kasih kepada para muzakki yang telah menyalurkan zakat melalui Baznas. Bantuan ini sangat membantu kami untuk melanjutkan pendidikan. Semoga para muzakki diberi kelancaran usaha dan keberkahan rezeki,” tutupnya.
Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S





