BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui Dinas Perdagangan (Disdag), pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi bersama berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap mencukupi serta harga di pasaran tetap terkendali.
Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dalam rantai distribusi pangan. Mulai dari distributor, pelaku usaha, hingga instansi terkait yang memiliki peran dalam memastikan pasokan bahan pokok di Kota Balikpapan berjalan lancar.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan bahwa rapat tersebut menjadi forum penting untuk mengetahui kondisi terkini stok bahan pokok sekaligus memproyeksikan ketersediaan pasokan dalam beberapa pekan ke depan, khususnya selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan sejak awal bahwa pasokan berbagai komoditas pangan tetap tersedia di tengah meningkatnya permintaan masyarakat pada momen hari besar keagamaan.
“Melalui pertemuan ini kami meminta para distributor dan pelaku usaha menyampaikan kondisi stok yang mereka miliki saat ini, termasuk perkiraan pasokan yang akan masuk dalam waktu dekat. Informasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Haemusri Umar menjelaskan, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan cenderung meningkat menjelang Idulfitri. Kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi dengan baik sejak awal.
Karena itu, selain memetakan stok yang tersedia, Disdag juga menaruh perhatian terhadap kelancaran distribusi bahan pokok dari daerah pemasok menuju Balikpapan. Hal ini penting mengingat sebagian kebutuhan pangan kota ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Distribusi menjadi faktor yang sangat menentukan. Jika terjadi hambatan dalam proses pengiriman atau keterlambatan pasokan, dampaknya bisa langsung dirasakan di pasar. Karena itu koordinasi dengan para pelaku distribusi harus terus diperkuat,” jelasnya.
Di samping itu, pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan di pasar tradisional maupun ritel modern. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya praktik penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan dan mempengaruhi stabilitas harga.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi pasar tetap kondusif, Disdag juga akan melakukan pemantauan harga secara berkala di berbagai pasar di Balikpapan. Apabila diperlukan, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga komoditas tertentu.
Haemusri menegaskan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan hingga merayakan Idulfitri dengan tenang.
“Kami ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, distributor, dan pelaku usaha, kami optimistis kondisi pasar di Balikpapan akan tetap stabil,” tutupnya.
Penulis: Aprianto





