SANGATTA — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sangatta dan Bengalon terus didorong agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Salah satunya melalui pelatihan digital marketing dan fotografi yang digelar PT Pamapersada Nusantara (PAMA).
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom tersebut diikuti oleh 30 pelaku UMKM binaan PAMA. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk dan jasa mereka.
Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah pihak yang terlibat dalam program pembinaan, di antaranya Dept Head CSR PAMA Site KPC Coal Mining Project Agung Dwi Ananto Jati, Koordinator LPB PAMA Banua Etam Hendra, serta CEO PT Kampung Kaleng Indonesia Muhamad Arif Rahmat yang bertindak sebagai instruktur.
Peserta mendapatkan materi terkait strategi pemasaran digital, mulai dari pemanfaatan media sosial hingga teknik dasar fotografi produk. Materi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM membuat konten visual yang lebih menarik sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dept Head CSR PAMA Site KPC Coal Mining Project Agung Dwi Ananto Jati mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberdayakan masyarakat sekitar melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha. Kami berharap UMKM binaan dapat memanfaatkan ilmu digital marketing dan fotografi untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya kepada awak media, Selasa (10/3/2026).
Pelatihan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satunya Ana Bilqis, pemilik usaha Qies Art. Ia menilai materi yang diberikan sangat membantu dalam meningkatkan pemasaran produknya.
“Terima kasih kepada PAMA dan LPB yang telah melaksanakan kegiatan ini. Materinya sangat saya butuhkan untuk meningkatkan pemasaran produk saya, dan tentu juga bermanfaat bagi UMKM lainnya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, PAMA berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehingga UMKM binaan mampu berkembang lebih adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
“Kami ingin UMKM binaan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan bersaing di pasar digital yang semakin luas,” tutup Agung. (MK)
Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S





