BBPJN Pastikan Jalur Nasional Tetap Aman Selama Mudik Lebaran

PASER — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur menunda pekerjaan struktur utama penggantian Jembatan Busui di Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, hingga setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan kelancaran arus mudik di jalur nasional yang menghubungkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Ruas Kuaro–Batu Aji, Muhammad Idris Djafar, mengatakan penundaan pekerjaan dilakukan agar aktivitas konstruksi tidak mengganggu mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.

“Agar tidak mengganggu pengguna jalan dan demi menjaga arus mudik Lebaran 2026 tetap aman dan lancar, pekerjaan struktur utama akan kami laksanakan setelah Lebaran,” kata Idris, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, proyek penggantian Jembatan Busui sebenarnya telah dijadwalkan mulai dikerjakan sejak 18 Februari 2026 dengan durasi pekerjaan sekitar 300 hari kerja hingga 14 Desember 2026.

Meski pekerjaan struktur utama belum dimulai, sejumlah persiapan teknis di lapangan telah dilakukan oleh tim proyek. Di antaranya pengujian tanah atau bore log pada titik abutmen, pemesanan material girder PCI dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta pemasangan bagian pendukung Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Baca Juga:   Polda Kaltim Musnahkan Puluhan Butir Ekstasi Dari Tersangka ABH

Selain itu, pihak proyek juga akan memasang kamera pengawas dan rambu-rambu pengarah di sekitar lokasi pekerjaan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Kami akan memasang CCTV dan rambu-rambu pengarah untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di sekitar lokasi proyek,” ujarnya.

Proyek pembangunan jembatan baru tersebut dilaksanakan melalui metode e-katalog dengan nilai kontrak sebesar Rp17.807.138.000. Jembatan permanen yang akan dibangun memiliki bentang sepanjang 42 meter dengan lebar 10,80 meter.

Struktur bawah jembatan dirancang menggunakan pondasi bore pile dan pile cap beton, sedangkan bagian atas akan menggunakan konstruksi girder PCI.

“Pembangunan jembatan permanen ini diharapkan dapat kembali memperlancar konektivitas masyarakat serta distribusi logistik di jalur lintas provinsi Kaltim–Kalsel,” jelas Idris.

Sebagaimana diketahui, Jembatan Busui sebelumnya ambruk pada pertengahan Januari 2025 akibat kecelakaan tunggal truk pengangkut semen yang menabrak badan jembatan. Untuk menjaga konektivitas transportasi antarwilayah, pemerintah kemudian memasang jembatan sementara berupa Jembatan Bailey di samping jembatan lama. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img