NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyelenggarakan kegiatan Safari Ramadan selama 3–16 Maret 2026 di empat kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang masuk wilayah delineasi IKN.
Empat kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Loa Janan, dan Samboja Barat.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan silaturahmi bersama masyarakat, tausiyah keagamaan, buka puasa bersama, hingga salat Magrib berjamaah yang diikuti warga setempat bersama jajaran Otorita IKN.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan Safari Ramadan menjadi momentum bagi Otorita IKN untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat di wilayah yang kini masuk kawasan pembangunan IKN.
“Safari Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menyambangi masyarakat secara langsung, sejalan dengan amanat dalam Perpres 79 Tahun 2025 dalam rangka mempercepat pembangunan,” ujarnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait harapan mereka setelah wilayahnya masuk dalam kawasan IKN.
Sebagian masyarakat berharap pembangunan IKN dapat membawa peningkatan kesejahteraan serta kemajuan wilayah, terutama dalam pemenuhan layanan dasar seperti akses air bersih.
Selain itu, muncul pula aspirasi terkait peningkatan konektivitas wilayah, termasuk harapan dibukanya pintu tol di kawasan Muara Jawa agar mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar.
Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, menilai kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Terima kasih kepada Otorita IKN yang telah mengadakan Safari Ramadan di Muara Jawa. Kegiatan ini membuat masyarakat merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam proses pembangunan yang sedang berjalan,” ujarnya.
Melalui Safari Ramadan yang berlangsung selama dua pekan tersebut, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan erat dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara yang partisipatif, berlandaskan nilai kebersamaan, serta inklusif.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S





