spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Festival Ramadan Kubar Dorong Ekonomi UMKM Lokal

SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Festival Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026 yang digelar di Simpang Tiga Tambak Malang, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Kamis (5/3/2026) sore.

Penutupan kegiatan tersebut dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutai Barat, Nopandel, yang membacakan sambutan tertulis Bupati Kutai Barat, Fredrick Edwin.

Acara berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua DPRD Kutai Barat Ridwan, Plt Kepala Dinas Pariwisata FX Sumardi, Danki Brimob Kompi 2 Yon B Pelopor Kubar Ipda Abdullah Hadi, Kasatpol PP Yustinus Giri, Camat Melak Asrin Surianto, Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak, Kasat Polairud Iptu Haryadi, serta Danramil 0912-12 Melak Lettu Inf Wahyudi. Kegiatan ini juga dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Camat Melak Asrin Surianto menyampaikan bahwa Festival Ramadan yang berlangsung sejak 26 Februari hingga 5 Maret 2026 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Kegiatan ini diikuti sebanyak 406 peserta yang berasal dari delapan kecamatan, yaitu Melak, Penyinggahan, Muara Pahu, Sekolaq Darat, Barong Tongkok, Linggang Bigung, Damai, dan Muara Lawa,” ujarnya.

Baca Juga:   Target Turunkan ATS, Disdikbud Kutim Perkuat Basis Data PAUD

Menurutnya, festival ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kecamatan Melak untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan bertakwa.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut didukung anggaran sebesar Rp79.870.000, yang bersumber dari saldo kegiatan Ramadan tahun 2025, sumbangan Bupati Kutai Barat, dukungan dari Dinas Pariwisata, masyarakat, serta sponsor.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat FX Sumardi mengatakan berbagai lomba dalam Festival Ramadan sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Bupati Kutai Barat.

“Pada saat pembukaan juga dilakukan peninjauan Pasar Ramadan yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kecamatan Melak memiliki potensi kuliner yang sangat baik dan memiliki sejarah kuliner yang cukup kuat,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan festival dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan diharapkan dapat berkembang menjadi event yang lebih besar pada masa mendatang,” ujarnya.

Baca Juga:   Personel DLH Kota Balikpapan Respon Cepat Tanganin Sampah di Pemukiman Atas Air

Sementara itu, dalam sambutan tertulis Bupati Kutai Barat yang dibacakan oleh Asisten I Setkab Kubar Nopandel, disampaikan bahwa Festival Ramadan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial selama bulan suci, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas keimanan masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kepedulian sosial dan toleransi, baik di kalangan umat Muslim maupun dalam kehidupan masyarakat yang majemuk di Bumi Tanaa Purai Ngeriman,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Festival Ramadan sejak awal hingga penutupan.

“Kepada peserta lomba Festival Ramadan saya ucapkan selamat kepada para pemenang yang telah berhasil mengukir prestasi dalam kegiatan ini. Bagi yang belum berhasil, kiranya hal ini dapat memacu semangat untuk terus berlatih dan meraih kemenangan pada event berikutnya,” katanya.

Nopandel menambahkan bahwa Festival Ramadan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dalam Pasar Ramadan yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

“Hal ini tentu dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi lokal di Kecamatan Melak,” tambahnya.

Baca Juga:   Sambut Imlek, Pengurus Klenteng Guang De Miao Mandikan Dewa Dewi 

Festival Ramadan 1447 H ini mempertandingkan tiga kategori lomba berdasarkan kelompok usia, yaitu kategori A (6–9 tahun), kategori B (10–13 tahun), dan kategori C (14–17 tahun).

Pada lomba tahfiz, juara pertama diraih oleh Abida Humaira Mumtaza (kategori A), Neysila Anjani (kategori B), dan Muhammad Nazril Arrasyidin (kategori C).

Untuk lomba azan, juara pertama diraih oleh Usamah Rafif Abdillah (kategori A), Zikri Almutadho Billah (kategori B), dan Muhammad Rolan (kategori C).

Sementara itu pada lomba ceramah atau tausiah, juara pertama diraih oleh Kamilah Billah Marhamah (kategori A), Nur Aisyah (kategori B), dan Nur Zahra Humaira (kategori C).

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, diharapkan Festival Ramadan dapat terus menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat Kutai Barat.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img