NUSANTARA — Panglima Jilah, pemimpin Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), dikabarkan mendatangi kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di kawasan Sumber, Banjarsari, Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).
Kunjungan tersebut berkaitan dengan pembahasan mengenai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya terkait rencana pembangunan Dayak Center yang menjadi aspirasi masyarakat Dayak.
Pertemuan di kediaman Jokowi berlangsung dalam suasana santai. Panglima Jilah terlihat duduk berhadapan langsung dengan ayah dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tersebut.
Salah seorang anggota rombongan yang ikut dalam kunjungan itu, William Denis, mengungkapkan bahwa sejumlah isu terkait keberadaan masyarakat Dayak di kawasan IKN turut menjadi topik pembicaraan.
Ia menyebut salah satu yang dibahas adalah polemik terkait tulisan “Dayak” pada objek pelengkung di kawasan seberang Kantor Kemenko 2 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
“Aku datang bareng Panglima Jilah mas sama rombongan Dayak. Nanti kita mau ke IKN. Lagi rame juga soal tulisan Dayak,” ucap William Denis kepada Media Kaltim, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, waktu kunjungan rombongan Dayak ke kawasan IKN masih dalam proses pengaturan oleh pihak Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Nanti kuinfo ya, tanggalnya lagi diatur Pak Bas,” sebutnya, merujuk pada Basuki Hadimuljono.
Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) sendiri merupakan salah satu organisasi masyarakat Dayak yang dikenal aktif dalam pelestarian budaya serta menjaga nilai-nilai adat masyarakat Dayak.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Panglima Jilah mengatakan bahwa kunjungannya ke kediaman Jokowi bukan sekadar silaturahmi biasa.
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut juga berkaitan dengan pembahasan pembangunan Dayak Center di IKN, yang sebelumnya disebut pernah dijanjikan untuk direalisasikan.
Menurut Panglima Jilah, keberadaan Dayak Center sangat penting sebagai simbol serta ruang representasi bagi masyarakat Dayak di ibu kota negara yang baru.
Ia menyebut masyarakat Dayak menaruh harapan besar agar Dayak Center di IKN dapat segera terwujud sebagai bagian dari pengakuan terhadap peran dan keberadaan masyarakat adat di wilayah Kalimantan.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S





