spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Samarinda Bangun Ekosistem Pendidikan Kolaboratif

SAMARINDA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menjalin kerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kota Samarinda dalam pelaksanaan Program SAPA (Sahabat Aksi Peduli Anak).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor Disdikbud Kota Samarinda, Jalan Biola. Kegiatan ini turut disaksikan oleh perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPPRISIA Kalimantan Timur sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program pendampingan pendidikan berbasis partisipasi masyarakat.

Kepala Disdikbud Kota Samarinda Asli Nuryadin mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan dengan melibatkan masyarakat serta organisasi profesi.

“Pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah dan pemerintah. Perlu kolaborasi dengan masyarakat dan organisasi profesi. Program SAPA diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi belajar serta memperkuat karakter peserta didik,” ujarnya.

Program SAPA merupakan inisiatif pendampingan pendidikan yang menghadirkan relawan profesional sebagai sahabat pendamping anak di satuan pendidikan. Program ini bertujuan mendukung proses pembelajaran agar lebih inklusif, humanis, dan inspiratif.

Baca Juga:   Jumlah Kasus Meningkat, Dinkes Balikpapan Klaim Angka Kematian Akibat DBD Menurun

Ketua DPC IPPRISIA Kota Samarinda drg. Deasy Evriyani menegaskan bahwa relawan SAPA tidak menggantikan peran guru di sekolah.

“Relawan hadir untuk mendukung sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih suportif. Fokusnya pada penguatan karakter, peningkatan motivasi belajar, serta pengembangan potensi peserta didik,” katanya.

Dalam implementasinya, relawan SAPA akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, mulai dari pendampingan pembelajaran di kelas, bimbingan belajar kelompok kecil, penguatan literasi dan numerasi, hingga pengembangan karakter dan keterampilan hidup siswa.

Sementara itu, Ketua DPD IPPRISIA Kalimantan Timur Marliana Wahyuningrum mengapresiasi terjalinnya sinergi antara organisasi profesi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci menghadirkan inovasi pendidikan yang berkelanjutan.

“Program SAPA menunjukkan bahwa keterlibatan organisasi profesi dapat menjadi penguat dalam mendukung pendidikan anak,” ujarnya.

Dengan ditandatanganinya PKS tersebut, Program SAPA direncanakan segera diimplementasikan di sejumlah sekolah di Kota Samarinda. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan pendampingan belajar yang lebih personal sekaligus membangun karakter positif bagi para peserta didik.(MK)

Baca Juga:   Naikkan DO Ketua RT se-Kota Balikpapan, Pencalonan Petahana Bisa Dibatalkan

Pewarta: RSF
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img