Ramadan Ubah Pola Kerja Driver Ojol

TENGGARONG — Bulan Ramadan yang biasanya identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi ternyata tidak sepenuhnya dirasakan oleh para pengemudi ojek online (ojol) di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Justru sejak awal bulan puasa, sebagian driver mengaku mengalami penurunan pendapatan akibat berkurangnya jumlah pesanan.

Penurunan tersebut dipicu oleh berkurangnya mobilitas masyarakat selama Ramadan. Banyak warga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah pada siang hari sehingga permintaan layanan transportasi dan pengantaran juga ikut menurun.

Salah satu driver ojol di Tenggarong, Lutfi, mengatakan kondisi ini mulai terasa sejak hari pertama Ramadan. Ia menyebut jumlah pesanan yang masuk ke aplikasinya jauh berkurang dibandingkan hari-hari biasa.

“Biasanya sebelum Ramadan saya bisa dapat 12 sampai 15 orderan sehari. Sekarang paling 6 sampai 8 saja. Bahkan pernah cuma 5 orderan,” ujarnya.

Menurut Lutfi, perubahan pola aktivitas masyarakat menjadi faktor utama turunnya order. Pada hari biasa, pesanan cenderung ramai sejak pagi hingga siang. Namun selama Ramadan, waktu tersebut justru terasa lebih lengang.

“Siang hari sekarang lebih sepi. Banyak orang memilih di rumah saja atau keluar hanya untuk keperluan penting,” jelasnya.

Baca Juga:   Patra Niaga Kalimantan Pastikan BBM dan LPG Aman Saat HUT RI di IKN

Meski demikian, ada sedikit peningkatan pesanan menjelang waktu berbuka puasa, terutama untuk layanan pengantaran makanan. Namun menurutnya peningkatan tersebut belum cukup untuk menutup kekurangan order pada siang hari.

“Memang ada peningkatan menjelang berbuka, tapi tidak terlalu signifikan untuk menutup kekurangan orderan siang hari,” katanya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Lutfi mengaku harus mengubah pola kerjanya. Ia kini lebih fokus mencari pesanan makanan menjelang waktu berbuka puasa dan memperpanjang jam kerja hingga malam hari.

Harapannya, masih ada tambahan pesanan setelah masyarakat selesai melaksanakan salat tarawih.

Di sisi lain, persaingan antar pengemudi juga semakin terasa. Jumlah driver yang tetap banyak sementara permintaan menurun membuat waktu tunggu pesanan menjadi lebih lama.

“Kadang bisa nunggu lama baru dapat satu orderan. Kalau lagi ramai sedikit, ya rebutan. Jadi memang terasa bedanya,” ujarnya.

Meski kondisi saat ini cukup berat, Lutfi tetap berharap aktivitas masyarakat akan kembali meningkat menjelang akhir Ramadan. Biasanya, kebutuhan belanja masyarakat yang meningkat menjelang Idulfitri ikut mendorong naiknya permintaan layanan ojol.

Baca Juga:   Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman Selama Nataru 2025/2026

“Biasanya kalau sudah mendekati Idulfitri mulai ramai lagi. Mudah-mudahan tahun ini juga begitu supaya bisa menambah pemasukan untuk kebutuhan Lebaran,” pungkasnya.(MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img