spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hadapi Tantangan Energi Global, Menkopolkam Tinjau RDMP Balikpapan

BALIKPAPAN – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Republik Indonesia, Djamari Chaniago, meninjau langsung kesiapan operasional Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Selasa (3/3/2026), guna memastikan penguatan ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global dan peningkatan kebutuhan energi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Kunjungan tersebut turut didampingi Gubernur Kalimantan Timur, Panglima Kodam VI/Mulawarman dan Wakapolda Kalimantan Timur, serta disambut jajaran Direksi dan Manajemen PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Di tengah ketidakpastian global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia, kesiapan infrastruktur energi nasional menjadi faktor krusial untuk menjaga pasokan tetap aman dan andal, khususnya pada periode Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan peningkatan konsumsi energi.

Dalam peninjauan tersebut, Menkopolkam RI melihat langsung perkembangan RDMP Balikpapan sebagai salah satu proyek penguatan kapasitas kilang terbesar di Indonesia. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barrel per hari (kbpd) menjadi 360 ribu kbpd, sekaligus meningkatkan kompleksitas kilang agar mampu menghasilkan produk energi yang lebih berkualitas dan bernilai tambah.

Baca Juga:   Penghasilan Retribusi Pantai Manggar Balikpapan Tertinggi di Kaltim

“Kedatangan saya ke sini untuk meninjau seberapa jauh operasional Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sebagai bagian dari urat nadi ketahanan energi nasional,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas energi harus diiringi dengan sistem pengamanan yang optimal, mengingat RDMP Balikpapan termasuk dalam kategori objek vital nasional.

“PSN RDMP Balikpapan ini harus dijaga sebaik mungkin bersama oleh seluruh pihak terkait. Pangdam dan Kapolda agar terus memelihara dan meningkatkan keamanan wilayah. Jalur laut juga perlu dijaga ketertibannya sehingga tidak terjadi kejadian atau kecelakaan yang dapat merusak jalur pipa minyak,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyoroti pentingnya penguatan cadangan energi nasional sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi Indonesia.

“Saat ini ketahanan BBM nasional sekitar 20 hari. Kita belum memiliki cadangan energi nasional, yang ada saat ini masih berupa cadangan operasional. Oleh karena itu perlu segera ada upaya untuk mewujudkan cadangan energi nasional,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa percepatan penguatan infrastruktur pengolahan dan sistem pendukung energi nasional merupakan urgensi mutlak, termasuk melalui penyelesaian proyek-proyek strategis seperti RDMP Balikpapan.

Baca Juga:   Pimpin Rakor Kebencanaan, Pj Gubernur Kaltim Fokus Bangun Sistem Peringatan Dini

Vice President Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pembangunan RDMP Balikpapan saat ini telah memasuki tahapan persiapan operasional beberapa unit utama.

“Kunjungan Menkopolkam RI bersama Gubernur, Wakapolda Kalimantan Timur dan Pangdam VI/Mulawarman menjadi dukungan penting bagi kami dalam memastikan operasional RDMP Balikpapan berjalan aman, andal, dan optimal. Melalui sinergi ini, RDMP Balikpapan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pengolahan energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” pungkasnya.

Dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta TNI–Polri, RDMP Balikpapan diharapkan menjadi pilar strategis dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img