spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkot Balikpapan Rancang Pasar Modern Semi-Mal 8 Lantai

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan merencanakan pembangunan pasar modern berkonsep semi-mal setinggi enam hingga delapan lantai sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur dan peningkatan fasilitas perkotaan. Proyek strategis ini diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp 100 miliar dan ditargetkan dapat direalisasikan melalui dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan bahwa keterbatasan fiskal dalam APBD Kota Balikpapan membuat pemerintah daerah harus mencari alternatif pembiayaan di luar APBD murni. Saat ini, alokasi anggaran daerah masih difokuskan pada pemenuhan mandatory spending, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan.

“Kita karena keterbatasan fiskal dari pemerintah kota, tentu berharap ada bantuan, baik dari pemerintah provinsi maupun dari pemerintah pusat melalui APBN,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Lebih lanjut Bagus menjelaskan, proyek infrastruktur berskala besar seperti pembangunan pasar modern memerlukan dukungan anggaran tambahan agar tidak mengganggu program prioritas lainnya. Karena itu, Pemkot telah meminta jajaran teknis untuk menyiapkan dokumen Detailed Engineering Design (DED) secara lengkap.

Baca Juga:   Gagal Sita Eksekusi, PN Balikpapan Didatangin Pelapor

Penyusunan DED melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, BKAD, serta Sekretaris Daerah. Dokumen tersebut akan menjadi dasar pengajuan anggaran, baik melalui APBD kota, APBD provinsi, maupun APBN.

Pasar modern yang direncanakan akan mengusung konsep semi-mal, memadukan fungsi perdagangan tradisional dengan fasilitas modern. Selain area jual beli, bangunan ini nantinya dilengkapi arena bermain, ruang ekonomi kreatif, dan sentra kuliner.

“Konsepnya semi-mal. Ada arena bermain, ada ekonomi kreatif, ada kuliner juga. Jadi seperti mal, tetapi tetap mengakomodasi fungsi pasar,” jelasnya.

Pemkot menargetkan proyek ini dapat diusulkan dalam pembahasan anggaran tahun 2027. Saat ini, usulan tersebut belum masuk dalam Musrenbang maupun pembahasan Banggar kementerian karena masih awal tahun anggaran.
Selain pasar utama, pemerintah juga telah menyiapkan DED untuk Pasar Rindu. Namun pengajuan akan dilakukan bertahap agar peluang persetujuan lebih besar.

Sebelum perencanaan teknis disusun, Pemkot telah melakukan survei dan meminta masukan pedagang guna memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan selama proses pembangunan.

Baca Juga:   Warga Perbatasan RI-Malaysia Serahkan Senjata Rakitan

“Jangan sampai dibangun, tapi mereka tidak punya tempat untuk beroperasi sementara,” tambah Bagus.

Pemkot berharap dukungan pendanaan dapat segera terealisasi agar proyek ini menjadi tonggak baru modernisasi fasilitas perdagangan di Kota Balikpapan.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img