BONTANG – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPNS) 2026, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang menggelar aksi bersih-bersih di Kawasan Mangrove Berbas Pantai, Jumat (27/2/2026) pagi.
Kegiatan ini menyasar sejumlah titik rawan penumpukan sampah, terutama di area bawah jembatan sepanjang kawasan mangrove. Lokasi tersebut kerap menjadi tempat berkumpulnya sampah kiriman akibat pasang surut air laut.
Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, menjelaskan bahwa sampah plastik masih mendominasi temuan di lapangan. Botol minuman, kemasan makanan, hingga limbah rumah tangga lainnya terbawa arus laut dan masuk ke kawasan mangrove melalui celah-celah jaring penahan yang rusak.
“Masih ada beberapa bagian jaring penahan yang robek akibat ombak. Dari situ biasanya sampah terbawa masuk ke area mangrove dan kembali mengotori kawasan tersebut,” ujarnya.
Menurut Eko, kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika kawasan wisata, tetapi juga berdampak terhadap ekosistem mangrove dan biota laut di sekitarnya. Jika tidak ditangani, pencemaran akan terus berulang setiap kali air pasang datang.
Melalui momentum HPNS, Dispopar ingin menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Program Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT) kembali digaungkan sebagai upaya membangun budaya disiplin dalam pengelolaan sampah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke laut maupun lingkungan sekitar. Selain merusak alam, ini juga berdampak pada sektor perikanan dan pariwisata. Ikan bisa menjauh, dan wisatawan enggan berkunjung,” tegasnya.
Eko menambahkan, pengelolaan sampah harus dilakukan secara benar, mulai dari memilah, menempatkan di lokasi yang sesuai, hingga menyesuaikan waktu pembuangan dengan jadwal pengangkutan.
Aksi bersih-bersih ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa menjaga kebersihan kawasan wisata adalah bagian dari menjaga masa depan lingkungan dan ekonomi daerah. (MK)
Editor: Agus S





