spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Buka Puasa PKS Samarinda, Aspirasi Ekonomi Jadi Sorotan

SAMARINDA — DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Samarinda menggelar kegiatan buka puasa bersama pada Rabu (25/2) di Markas Dakwah DPW PKS Kalimantan Timur, Jalan M Yamin, Samarinda. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai tingkat DPC hingga DPD.

Kegiatan tersebut menghadirkan anggota DPR RI dari Fraksi PKS daerah pemilihan Kalimantan Timur, Aus Hidayat Nur, yang tengah menjalankan agenda reses serap aspirasi di Kota Samarinda. Acara dirangkai dengan tausiyah menjelang berbuka, salat Magrib berjamaah, makan bersama, serta dilanjutkan dengan salat Tarawih.

Ketua DPD PKS Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa Ramadan dijadikan momentum penguatan internal sekaligus pelayanan kepada masyarakat. Ia menyebut DPP PKS menetapkan Ramadan sebagai “bulan kemuliaan” dengan tiga fokus utama: ibadah, dakwah, dan sosial.

“Kami sampaikan kepada kader-kader PKS, ayo di bulan Ramadan ini tingkatkan aktivitas ibadahnya. Jangan sampai sama seperti bulan yang lain. Dakwahnya juga harus terasa, dan aktivitas sosialnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:   PLN Sukses Hadirkan Keandalan Listrik pada Upacara Peringatan HUT ke-80 RI di IKN

Sementara itu, Aus Hidayat Nur menyampaikan kehadirannya di Samarinda merupakan bagian dari tugas konstitusional sebagai anggota DPR RI untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Saya hadir ke Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, dalam rangka melaksanakan tugas reses. Saya mengambil kesempatan ini untuk berbuka bersama konstituen di Markas Dakwah. Alhamdulillah suasana Ramadan di Samarinda sangat kondusif, aman, dan meriah,” katanya.

Ia menilai geliat ekonomi masyarakat cukup terlihat selama Ramadan, terutama dari banyaknya pelaku UMKM yang berjualan menjelang waktu berbuka.

“Terlihat banyak UMKM tumbuh dan berjualan di jalan-jalan. Menjelang Magrib, jalan cukup padat karena masyarakat berbelanja untuk berbuka. Ini suasana yang menggembirakan,” ucapnya.

Namun demikian, ia juga menangkap aspirasi masyarakat terkait kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya pulih.

“Aspirasi yang menonjol adalah kondisi ekonomi yang belum baik-baik saja. Daya beli masyarakat dibandingkan tahun-tahun lalu terasa berkurang. Secara kasat mata Ramadan ini meriah, tetapi kalau dilihat lebih dalam, kualitas daya beli sedang menurun,” jelasnya.

Ia menegaskan berbagai aspirasi tersebut akan menjadi bahan perjuangan di parlemen, khususnya dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi rakyat dan pelaku usaha kecil di Kalimantan Timur. (MK)

Baca Juga:   Tinjau KKT, Gubernur Kaltik Ingin Kembangkan Pelabuhan Strategis

Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img