TENGGARONG — Pembangunan Asrama Pelajar dan Mahasiswa Muara Badak resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, Minggu (22/02/2026), di Jalan Perjuangan 6, Samarinda.
Kegiatan tersebut menjadi simbol dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap kebutuhan hunian bagi pelajar dan mahasiswa asal Muara Badak yang menempuh pendidikan di ibu kota provinsi.
Dalam sambutannya, Bupati Aulia menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan asrama tersebut. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan konsep asrama mahasiswa karena pernah merasakannya saat menempuh pendidikan di Makassar.
“Asrama bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang pembinaan karakter, tempat bertumbuhnya solidaritas, dan tempat berkumpul jika merindukan kampung halaman,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen, Bupati secara khusus menginstruksikan Sekretaris Daerah Kukar yang turut hadir untuk segera menindaklanjuti proses pembiayaan pembangunan. Skema percepatan akan dilakukan melalui sinergi pemerintah daerah dan dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di Muara Badak.
Pembangunan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak 2008. Lahan asrama telah dibeli oleh pengurus FKPMB periode pertama dengan dukungan mantan Bupati Kukar saat itu.
“Alhamdulillah, setelah penantian panjang, hari ini kita menyaksikan tonggak awal pembangunan yang selama ini menjadi cita-cita bersama,” tambahnya.
Dana awal pembangunan juga berasal dari gotong royong masyarakat Muara Badak, termasuk kepala desa, pegawai kecamatan, anggota DPRD Kukar, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Bupati berharap kehadiran asrama ini menjadi ruang tumbuh generasi muda Muara Badak yang berakhlak, religius, dan berkontribusi bagi daerah maupun bangsa.
“Peletakan batu pertama ini menjadi simbol harapan untuk menghadirkan asrama bagi generasi muda Muara Badak yang berakhlak dan berdaya saing,” tutupnya. (MK)
Editor: Agus S





