spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ramadan 2026, BPBD Balikpapan Intensifkan Edukasi Antisipasi Kebakaran

BALIKPAPAN – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, BPBD Kota Balikpapan menggencarkan upaya pencegahan kebakaran di sejumlah kawasan permukiman. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan yang dinilai berpotensi memicu risiko kebakaran.

Sosialisasi dilakukan dengan cara berkeliling menggunakan kendaraan operasional ke berbagai titik padat penduduk. Petugas menyampaikan imbauan melalui pengeras suara sekaligus berdialog langsung dengan warga untuk memberikan edukasi singkat mengenai langkah antisipasi kebakaran.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan bahwa penggunaan peralatan listrik dan aktivitas memasak cenderung meningkat saat Ramadan, terutama menjelang sahur dan berbuka puasa. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan kewaspadaan ekstra.

“Selama Ramadan, pemakaian listrik dan kompor meningkat cukup signifikan. Kami mengingatkan warga agar memastikan instalasi listrik aman dan tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Usman menambahkan, sebagian besar kebakaran di kawasan permukiman padat disebabkan oleh kelalaian, seperti korsleting listrik maupun kebocoran gas.

“Karena itu, warga diminta rutin memeriksa kondisi kabel dan stop kontak, tidak menumpuk colokan pada satu sumber listrik, serta memastikan kompor dan tabung gas dalam kondisi layak pakai,” jelasnya.

Baca Juga:   Kaltim  "Blackout", Begini Penjelasan PLN

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) atau setidaknya ember berisi air sebagai langkah awal penanganan jika terjadi kebakaran kecil.

Usman menegaskan, pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan angka kebakaran selama Ramadan. Menurutnya, kewaspadaan bersama akan membantu menciptakan suasana ibadah yang aman dan nyaman.

“BPBD memastikan kegiatan patroli dan sosialisasi akan terus dilaksanakan secara berkala sepanjang Ramadan 2026, guna meminimalkan potensi musibah dan menjaga keselamatan warga Kota Balikpapan,” tutupnya.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img