spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah di Kaltim Masih Berpotensi Terjadi Hujan Disertai Petir

BALIKPAPAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mengimbau warga Kalimantan Timur untuk meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas. Pasalnya, potensi hujan disertai petir diprakirakan masih akan terjadi pada siang hingga sore hari di sejumlah wilayah di Kaltim.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan cuaca di Kalimantan Timur sejak pagi hari cenderung berawan dengan awan tebal. Memasuki siang hingga sore, potensi hujan meningkat, mulai dari hujan ringan hingga hujan petir.

“Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi aktivitas luar ruang, perjalanan darat, serta pekerjaan lapangan, sehingga masyarakat diminta untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

BMKG memprakirakan beberapa wilayah utama di Kalimantan Timur akan mengalami kondisi cuaca yang berbeda sepanjang hari. Di Balikpapan, cuaca pagi diperkirakan berawan tebal, siang hari hujan ringan, dan malam cerah berawan. Sementara di Samarinda diprediksi berkabut atau berawan pada pagi hari, hujan petir pada siang hari, dan berawan pada malam hari.

Baca Juga:   Balikpapan Fun Run 2025, Semangat Olahraga dan Silaturahmi Dalam Akselerasi Pembangunan Kota

“Sementara itu, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku berpotensi mengalami hujan sedang pada siang hari yang berlanjut menjadi hujan ringan pada malam hari. Di Tenggarong diperkirakan terjadi hujan petir pada siang hari, sedangkan Berau berpotensi hujan ringan siang hari dan kembali cerah berawan pada malam hari. Untuk wilayah Bontang, hujan ringan diperkirakan turun pada malam hari,” jelasnya.

Suhu udara di Kalimantan Timur berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan cukup tinggi, mencapai 70 hingga 98 persen. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat, terutama pada siang hingga sore hari.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi seluruh kecamatan di Samarinda, wilayah Kutai Kartanegara seperti Tenggarong, Loa Kulu, dan Marangkayu, Kutai Barat khususnya Sendawar dan sekitarnya, serta Mahakam Ulu.

“Kondisi cuaca tersebut berisiko mengganggu jarak pandang dan keselamatan, terutama bagi para pengendara di jalan raya,” tambahnya.

Baca Juga:   Presiden Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

Untuk wilayah perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Balikpapan dan Samarinda masih tergolong rendah, sekitar 0,5 hingga 1,0 meter. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta waspada terhadap pertumbuhan awan konvektif di Selat Makassar yang berpotensi memicu angin kencang dan peningkatan gelombang secara tiba-tiba.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru, menyiapkan perlengkapan seperti jas hujan saat beraktivitas, serta menghindari berteduh di area terbuka ketika hujan disertai petir. Kewaspadaan sejak dini diharapkan dapat meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img