BALIKPAPAN — Kesiapan menuju operasi penuh RDMP Balikpapan sebagai salah satu proyek strategis sektor energi nasional mendapat perhatian langsung dari Komisi VI DPR RI melalui kunjungan kerja spesifik ke fasilitas kilang di Balikpapan pada Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026, Kamis (29/1).
Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk memastikan kilang strategis nasional tersebut benar-benar siap beroperasi secara andal, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi benteng ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika pasokan energi global.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) RI, PT Danantara Asset Management (Persero), Direksi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), serta Direksi PT KPB. Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan pengoperasian RDMP Balikpapan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andi Muhammad Nurdin Halid, menekankan pentingnya RDMP Balikpapan dalam sistem ketahanan energi Indonesia.
“Kilang tersebut harus menjadi bagian dari sistem pertahanan energi nasional, sehingga desain kapasitas cadangan, skenario kedaruratan, serta mitigasi risiko geopolitik regional perlu menjadi bagian integral dalam operasional kilang,” ujarnya.
Fokus kunjungan mencakup evaluasi tahapan produksi pasca peresmian RDMP Balikpapan untuk memastikan kesiapan dan keandalan operasional. Selain itu, dibahas pula penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan keandalan fasilitas, termasuk integrasi pasokan minyak mentah, sistem distribusi produk, penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), serta dukungan kebijakan lintas sektor.
Ia menambahkan, komitmen Komisi VI DPR RI untuk terus mengawal Pertamina dalam upaya penguatan kemandirian energi nasional.
“Kami dari Komisi VI akan terus mendukung Pertamina agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor BBM dan mampu memenuhi seluruh kebutuhan energi nasional secara mandiri,” jelasnya.
Sementara itu, Vice President (VP) Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menyampaikan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh sistem operasi RDMP Balikpapan berjalan optimal.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh unit beroperasi stabil, aman, dan terintegrasi, sehingga RDMP Balikpapan benar-benar siap menopang pasokan energi nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar operasional RDMP Balikpapan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Dukungan kebijakan serta koordinasi dengan DPR RI, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk memastikan RDMP Balikpapan memberikan kontribusi optimal bagi ketahanan energi nasional dan dampak ekonomi berkelanjutan,” tutupnya.
Penulis: Aprianto




