Momen wisuda juga dimanfaatkan Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang untuk memberi apresiasi atas satu proses penting lain dalam perjalanan menuju universitas: penetapan logo Universitas Sains dan Teknologi Bontang (USTB).
Di hadapan forum wisuda, panitia mengumumkan pemenang sayembara logo yang akan menjadi identitas resmi universitas ke depan. Pengumuman ini menjadi tahap akhir dari rangkaian penjurian yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Dari belasan karya yang masuk, dewan juri terlebih dahulu menetapkan lima besar logo terbaik. Penilaian dilakukan secara bertahap, mencakup kekuatan konsep, kejelasan visual, kedalaman filosofi, serta kesesuaiannya dengan visi Universitas Sains dan Teknologi Bontang.
Proses penjurian melibatkan unsur yayasan dan pimpinan kampus. Saya dilibatkan sebagai juri eksternal untuk memberi sudut pandang di luar struktur internal kampus.
Logo yang akhirnya ditetapkan sebagai juara pertama merupakan karya Belva Pranama Sriwibowo, mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2023. Karyanya dinilai paling mampu merepresentasikan arah perubahan STITEK menjadi universitas. Baik dari sisi konsep, keterbacaan visual, maupun kesesuaian dengan karakter kampus sains dan teknologi.

Secara visual, logo pemenang menampilkan bentuk perisai akademik yang diperkaya elemen simbolik. Di dalamnya tergambar nilai sains, teknologi, kolaborasi, serta kebajikan akademik. Desainnya sederhana namun kuat, mudah dikenali, dan tidak lekang ketika diterapkan pada berbagai media.
Dalam simulasi penerapannya, logo ini telah ditampilkan pada beragam kebutuhan kelembagaan. Mulai dari sampul dokumen resmi, kop surat dan amplop, pin dan jas almamater, hingga visual gedung kampus. Ini memberi nilai lebih, karena logo memang disiapkan untuk digunakan dalam keseharian kampus
Selain juara pertama, dewan juri juga menetapkan Muhammad Salvatore, S.Pd., staf humas STITEK Bontang, sebagai juara kedua. Sementara juara ketiga diraih Irfani Zuhrufillah, S.Kom., M.Kom., dosen Sistem Informasi STITEK Bontang. Ketiga karya tersebut dinilai menonjol karena memiliki konsep yang jelas, visual yang rapi, serta mampu menjelaskan keterkaitan desain dengan visi universitas.
Apresiasi di forum wisuda ini tidak berhenti pada karya logo semata. STITEK Bontang juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang mencatatkan prestasi di berbagai level.
Sejumlah mahasiswa menerima apresiasi atas capaian mereka dalam bidang inovasi dan teknologi tepat guna.
Di antaranya Muhammad Shafdan Alfas, S.T., yang meraih Gold Winner kategori eksternal pada Pupuk Kaltim Innovation Summit 2024, serta Izhar Meidiansyah, S.T., yang menorehkan prestasi di berbagai ajang inovasi, mulai dari tingkat kota hingga provinsi. Sementara Azwa Liza, S.T. mencatatkan prestasi melalui lomba Teknologi Tepat Guna, baik di tingkat kecamatan maupun Kota Bontang pada 2025.
Penghargaan juga diberikan kepada dosen berprestasi penerima hibah DPPM Kemdiktisaintek, baik pada skema penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun program Kosabangsa.
Nama-nama seperti Nur Imansyah, S.Kom., M.Kom., Hardianto, S.T., M.Eng., dan Akbar, S.Pd., M.Pd. disebut sebagai bagian dari tim yang mengharumkan institusi melalui kerja akademik yang konsisten.
Apresiasi turut diberikan kepada tenaga kependidikan berdedikasi tinggi, Ibu Hajjah Farida Ariana, S.T., atas pengabdian dan kontribusinya bagi kampus.
Rangkaian apresiasi ini menunjukkan bahwa perubahan STITEK Bontang tidak hanya soal pergantian nama. Di tengah proses menuju universitas, kampus juga memberi ruang pada prestasi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang selama ini bekerja nyata di balik layar.
Logo baru menandai arah perubahan. Prestasi mahasiswa dan dosen menunjukkan kualitasnya. Dari keduanya, langkah STITEK menuju Universitas Sains dan Teknologi Bontang mulai terlihat. (Bersambung)
Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.





