spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jasa Raharja Pastikan Penyaluran Santunan Kepada Korban KM Dharma Kartika IX

BALIKPAPAN – Jasa Raharja Kalimantan Timur bergerak cepat merespons insiden kemiringan KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang Balikpapan, yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, Selasa (27/1/2026).

Manager Pelayanan Jasa Raharja Kalimantan Timur, Teguh, mengatakan pihaknya langsung membagi personel menjadi dua tim setelah menerima informasi terjadinya kecelakaan laut tersebut. Satu tim diterjunkan ke rumah sakit untuk memantau kondisi korban luka, sementara tim lainnya menuju lokasi kejadian di Pelabuhan Semayang.

“Kami membagi dua tim. Satu tim ke rumah sakit untuk memantau korban luka-luka, dan satu tim langsung ke lokasi kejadian,” ujarnya di lokasi kejadian.

Teguh menjelaskan, hingga saat ini Jasa Raharja masih menunggu informasi resmi lanjutan dari instansi berwenang terkait kronologi kejadian dan data lengkap korban. Oleh karena itu, pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih detail.

“Kami masih menunggu informasi lanjutan dari instansi yang berwenang,” jelasnya.

Meski demikian, Teguh memastikan Jasa Raharja akan memberikan santunan kepada korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk korban meninggal dunia, Jasa Raharja menyiapkan santunan sebesar Rp 50 juta yang diberikan kepada ahli waris yang sah.

Baca Juga:   Astra Motor Kaltim Ikut Bergembira, Saksikan Keseruan dan Antusiasme Peserta Media Kaltim Open Tournament Golf 2024

“Sesuai ketentuan, santunan korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta dan diberikan kepada ahli waris,” tambah Teguh.

Sementara itu, bagi korban luka-luka, Jasa Raharja akan menanggung biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit dengan plafon maksimal sebesar Rp 20 juta.

Berdasarkan informasi awal, KM Dharma Kartika IX milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) mengalami kemiringan saat sandar di dermaga Pelabuhan Semayang pada Selasa pagi. Insiden tersebut mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia dan tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka berupa patah kaki.

Hingga saat ini, proses evakuasi korban serta penyelidikan penyebab kemiringan kapal masih terus berlangsung dengan melibatkan TNI AL, kepolisian, dan instansi terkait lainnya.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img