spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Danlanal Balikpapan Pastikan Satu Korban Meninggal Dunia Akibat KM Dharma Kartika IX Miring

BALIKPAPAN – Pangkalan TNI AL (Lanal) Balikpapan menerima permintaan bantuan terkait insiden kapal miring di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, sekitar pukul 07.00 Wita, Senin pagi. Permintaan tersebut disampaikan oleh penumpang yang baru turun dari kapal rute Parepare, Sulawesi Selatan.

Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono mengatakan laporan awal menyebutkan kapal dalam kondisi miring dan terdapat penumpang yang terjepit di dalam kendaraan, sehingga membutuhkan bantuan ambulans.

“Laporan kami terima sekitar pukul 07.00 Wita. Ada informasi kapal miring dan penumpang terjepit di kendaraan,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Lanal Balikpapan langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan serta Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang. Fokus utama petugas saat ini adalah proses evakuasi korban.
Dalam kejadian tersebut, empat penumpang dilaporkan mengalami luka ringan hingga berat dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban luka berjumlah empat orang dan sudah kami evakuasi ke rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga:   Ribuan Orang Padati Pelabuhan Semayang, Banyak Pemudik Sulit Dapat Tiket Pesawat

Selain itu, satu penumpang dinyatakan meninggal dunia. Namun, hingga saat ini korban belum dapat dievakuasi karena masih terjepit di dalam kendaraan yang berada di geladak kapal. Petugas terlebih dahulu melakukan sterilisasi area mengingat kondisi kapal yang miring dinilai berisiko membahayakan keselamatan tim evakuasi.

“Posisi kapal miring, sehingga area harus disterilkan terlebih dahulu demi keselamatan,” tambahnya.

Setelah kondisi dinyatakan aman, pihak kapal bersama Pelindo berupaya mengeluarkan kendaraan satu per satu untuk mengurangi beban kapal dan mencegah kemiringan bertambah parah. Evakuasi korban meninggal dunia akan dilakukan setelah beban kapal berkurang.

Terkait penyebab kemiringan kapal, Topan menyampaikan bahwa proses penyelidikan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Sementara itu, Lanal Balikpapan memprioritaskan upaya penyelamatan dan evakuasi korban.

“Kapal sandar sekitar pukul 06.00 Wita dan rencananya kembali berlayar pukul 14.00 Wita. Kondisi miring terjadi saat kapal sudah berada di dermaga,” tutupnya.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img