Tahun ini, Lembah Permai Adventure Park saya pilih sebagai lokasi Family Gathering (Famget) dan Rapat Pimpinan Media Kaltim Network (MKN). Ini bukan keputusan mendadak. Saya mengikuti proses pembangunannya sejak awal, termasuk bagaimana Sony Lesmana, pemilik kawasan ini, melewati tahapan panjang pengurusan perizinan hingga akhirnya kawasan ini resmi dibuka dan beroperasi.
Kawasan wisata ini berada di Jalan Arif Rahman Hakim Kilometer 3, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, dan tercatat dalam Sistem Informasi Pariwisata Nasional (SISPARNAS) Kementerian Pariwisata serta telah diverifikasi oleh Dinas Pariwisata.
Lembah Permai mulai dibuka untuk publik pada 2017. Sejak itu, kawasan ini terus berkembang. Berbagai kegiatan pernah digelar di sini, salah satunya Lemper Fair 2021. Di kawasan ini pula dibangun Gedung Spartan sebagai fasilitas pendukung untuk kegiatan berskala lebih besar.
Setelah lebih dari lima tahun tidak datang ke tempat ini, saya lihat perubahan cukup signifikan. Kawasan berkembang, lebih tertata, dan kini dilengkapi fasilitas penginapan. Pengelolaannya juga jauh lebih siap dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Begitu memasuki area, suasana langsung terasa lapang dan terbuka. Jalur pedestrian menghubungkan satu titik ke titik lain, sementara ruang bermain anak menyatu dengan ruang publik. Tidak ada sekat yang membuat pengunjung merasa terpisah.
Sebagai kawasan wisata keluarga, Lembah Permai Adventure Park dilengkapi beragam wahana. Di dalamnya terdapat kolam renang, fasilitas outbound, sepeda gowes, kebun edukasi, hingga area meditasi Telaga Watu. Daya tarik utamanya adalah kawasan budidaya ikan koi, yang dikenal sebagai salah satu koi farm terbesar dan terlengkap di Kaltim.

Area penginapan berada dalam satu kawasan dengan konsep bangunan bertingkat rendah. Deretan kamar menghadap ruang terbuka hijau, dengan akses yang saling terhubung antarkamar. Tata letak ini memudahkan mobilitas dan interaksi peserta kegiatan.
Desain bangunannya sederhana, bersih, dan fungsional. Setiap unit dilengkapi balkon kecil yang memberi kesan rumah tinggal. Kental nuansa homestay, sangat cocok untuk kegiatan internal perusahaan yang menekankan kebersamaan.
Dari sisi operasional, kapasitasnya juga memadai. Tersedia 32 kamar dengan type standar dan suite dengan ukuran yang cukup luas. Kami booking 26 kamar selama 3 hari, agar seluruh tim berada dalam satu kawasan. Dengan begitu, kegiatan tidak terpecah dan koordinasi berjalan lebih efektif. Harga kamar juga masih rasional, yakni Rp440 ribu untuk kamar standar dan Rp770 ribu untuk kamar suite.

Untuk kegiatan bersama, tersedia pula pendopo dan gazebo yang dapat menampung hingga sekitar 120 orang. Area ini mendukung kegiatan seremonial, diskusi, maupun acara kebersamaan tanpa harus berpindah lokasi.
Saya mengenal Sony Lesmana cukup lama. Selain mengembangkan Lembah Permai, ia juga mendirikan PT Black Bear Resources Indonesia, pabrik Ammonium Nitrate Solution (ANSOL) dengan kapasitas produksi mencapai 82.000 ton per tahun. Usaha tersebut menyerap ratusan tenaga kerja lokal. Baginya, usaha bukan semata untuk kepentingan pribadi, tetapi harus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ia pernah menyampaikan kepada saya bahwa meski bukan putra daerah asli Bontang, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun kota Bontang. Prinsip itu pula yang ia bawa dalam membangun Lembah Permai. Kawasan seluas sekitar 9 hektare ini dikembangkan sebagai ruang rekreasi warga, agar masyarakat Bontang tidak perlu jauh-jauh keluar kota untuk menikmati wisata keluarga yang terjangkau.

Pengembangan kawasan ini dilakukan dengan detail. Akar-akar pohon besar yang sebelumnya tak bernilai dimanfaatkan sebagai elemen estetika. Pepohonan ditanam untuk menjaga kerindangan. Berbagai jenis satwa diternakkan sebagai bagian dari edukasi keluarga.
Salah satu yang paling menonjol adalah pengembangan ikan koi. Sonny membangun Koi Terrace yang kini berisi puluhan ribu ekor koi, dari ukuran kecil hingga bernilai tinggi. Ia pernah bercerita, awalnya hanya memiliki 11 ekor koi dengan ukuran dan harga standar. Dirawat perlahan, konsisten, hingga kini jumlahnya mencapai puluhan ribu ekor dan menjadi wahana edukasi.
Setiap pagi, Sonny masih rutin berkeliling kawasan untuk memberi makan ikan-ikan tersebut. Namun, saat acara kami berlangsung, saya tidak melihatnya. “Bapak masih di Jakarta,” kata salah satu pekerja di resto.

Saat memastikan lokasi dan kesiapan tempat untuk kegiatan Media Kaltim Network, saya berkomunikasi langsung melalui WhatsApp. Responsnya cepat. Ia memberikan banyak kemudahan selama proses persiapan. Para karyawannya juga menyambut kami dengan ramah dan sigap menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan.
Dengan suasana yang nyaman, ruang terbuka yang luas, fasilitas yang lengkap, serta dukungan pengelola yang responsif, Lembah Permai Adventure Park sangat mendukung kerja tim, komunikasi yang efektif, dan kebersamaan dalam satu kawasan.(bersambung)
Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.
CEO Media Kaltim Network





