BALIKPAPAN – Polresta Balikpapan melalui Satuan Samapta (Sabhara) mengintensifkan langkah pencegahan kenakalan remaja yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Upaya tersebut dilakukan sebagai respons atas sejumlah kejadian yang terjadi di wilayah Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara.
Kasat Sabhara Polresta Balikpapan, AKP M. Chusen, mengatakan bahwa Polri memiliki peran penting dalam upaya preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya yang melibatkan kalangan remaja.
Ia menyebut, Satuan Samapta secara rutin melaksanakan patroli di lokasi-lokasi yang dinilai rawan serta tempat yang kerap menjadi titik berkumpul anak muda.
“Dalam hal ini, Satuan Samapta memiliki tugas di bidang preventif. Kami melaksanakan patroli rutin di lokasi rawan dan tempat berkumpulnya remaja,” ujarnya, Jumat (23/1/2025).
Lebih lanjut Chusen menjelaskan, patroli tidak hanya dilakukan pada jam tertentu, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan dinamika situasi di lapangan. Selain patroli, pihak kepolisian juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya remaja, terkait pentingnya menjaga kamtibmas.
AKP M. Chusen juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila terjadi gangguan keamanan melalui layanan kepolisian di nomor 110.
“Apabila terjadi gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera menghubungi layanan kepolisian,” jelasnya.
Terkait wilayah yang menjadi fokus pengamanan, Polresta Balikpapan meningkatkan intensitas patroli di kawasan Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara berdasarkan hasil evaluasi kejadian sebelumnya.
“Setelah kejadian kemarin, kami meningkatkan patroli di sekitar lokasi kejadian, khususnya di Balikpapan Barat dan Utara,” tambah Kasat Sabhara Polresta Balikpapan.
Selain upaya kepolisian, AKP M. Chusen mengimbau peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam mencegah kenakalan remaja. Ia menilai pengawasan dan komunikasi yang baik sangat penting agar remaja tidak terjerumus dalam perilaku negatif.
Polresta Balikpapan juga melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh adat melalui patroli dialogis. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi kamtibmas serta pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara kepolisian, masyarakat, orang tua, dan tokoh masyarakat, kami optimistis situasi Balikpapan tetap aman dan kondusif,” tutupnya.
Penulis: Aprianto




