spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Polsek Balikpapan Barat Amankan Belasan Remaja dan Sajam, Diduga Hendak Tawuran

BALIKPAPAN – Jajaran Polsek Balikpapan Barat berhasil mengamankan sedikitnya 14 remaja dan langsung di lakukan pembinaan. Pasalnya belasan remaja tersebut kedapatan membawa berbagai senjata berbahaya, menyusul laporan warga terkait dugaan rencana tawuran.

Kapolsek Balikpapan Barat, AKP Sukarman Sarun, mengatakan bahwa langkah kepolisian semata-mata bertujuan mencegah hal terburuk terjadi. Patroli rutin yang ditingkatkan, dilakukan sebagai respons atas keresahan masyarakat.

Dari tangan para remaja, polisi menemukan dua busur beserta anak panah, ketapel, celurit, palu, dan martil serta benda-benda yang berpotensi menimbulkan korban serius jika benar digunakan.

“Perlu kami sampaikan bahwa anak-anak tersebut tidak ditangkap atau ditahan, melainkan diamankan sementara guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka rata-rata masih di bawah umur, dengan rentang usia 15 hingga 18 tahun,” ujarnya, Senin (19/1/2025).

Lebih lanjut AKP Sukarman menjelaskan, barang-barang yang dibawa para remaja tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai bagian dari kenakalan remaja biasa. Risiko yang ditimbulkan terlalu besar, bukan hanya bagi kelompok yang terlibat, tetapi juga masyarakat sekitar.

Baca Juga:   Melaju Kencang, Mobil Hantam Sepeda Motor. Korban Tewas di Tempat

Polisi menduga, peristiwa ini berkaitan dengan konflik sebelumnya antara kelompok remaja antarwilayah. Konflik tersebut saat ini masih dalam penanganan Polresta Balikpapan dan diketahui telah menyebabkan dua orang mengalami luka.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa potensi kekerasan antar kelompok remaja di Balikpapan belum sepenuhnya mereda. Tanpa pengawasan dan kepedulian bersama, konflik kecil bisa berubah menjadi tragedi yang melibatkan senjata mematikan.

Kapolsek Balikpapan Barat menekankan bahwa tanggung jawab menjaga anak dan remaja tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi kunci utama pencegahan.

“Di rumah anak mungkin terlihat baik dan patuh, tetapi di luar lingkungan keluarga kita tidak selalu mengetahui dengan siapa mereka bergaul. Karena itu, pengawasan dan kepedulian harus dilakukan secara bersama-sama,” jelasnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan, aktivitas negatif remaja—termasuk fenomena perang sarung—kerap meningkat jika tidak diawasi dengan baik.

“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Mari kita jaga Balikpapan, khususnya Balikpapan Barat, agar tetap aman dan kondusif. Semua itu dimulai dari keluarga, lingkungan terdekat, hingga masyarakat secara luas,” tutupnya.

Baca Juga:   IRT Asal Lumajang Ditangkap Unit Siber Polda Kaltim, Tersangkut Kasus Penipuan Online

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img