spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

41 Tahun Andi Faizal

PINTU rumah jabatan di Jalan Awang Long, Bontang, itu sudah mulai didatangi sejak dini hari. Setelahnya, orang datang silih berganti. Ada yang datang sebentar untuk bersalaman dan menyampaikan doa, ada pula yang duduk lebih lama dalam obrolan ringan.

Kue tersusun di meja ruang rapat besar. Suasananya cair, tanpa protokoler. Rumah itu seolah tak pernah benar-benar sepi sepanjang hari, Rabu (14/1).

Saya sendiri baru bisa menyempatkan diri datang langsung memberikan ucapan ulang tahun kepada Andi Faizal Sofyan Hasdam pada siang hari. Saya datang bersama Darman, Direktur Radar Bontang, sekaligus membawa kenang-kenangan berupa poster ucapan. Bukan sesuatu yang mewah, tetapi bentuk perhatian dan relasi yang selama ini terjalin.

Di ruangan itu, saya melihat Ubayya Bengawan, anggota DPRD Bontang dari Partai Golkar, sudah lebih dulu duduk sambil berbincang ringan. Tak lama setelah saya datang, Anggota DPRD Bontang Heri Keswanto dari Partai Gerindra juga tiba bersama rombongan. Hadir pula rombongan dari Humas PT Pupuk Kaltim dan PT Yepeka Usaha Mandiri (YUM) yang ikut menyampaikan ucapan.

Baca Juga:   Pahitnya Menang Lelang Negara (1): Rumah Tak Bisa Dikuasai, Malah Digugat

Momen kebersamaan Andi Faizal Sofyan Hasdam dan istri di perayaan ulang tahun ke-41. Foto: Istimewa

Dalam obrolan santai, Andi Faizal bercerita, ia pernah sengaja menghindar dengan pergi ke luar kota setiap kali hari ulang tahunnya tiba. Bukan untuk menghindari orang, tetapi sekadar ingin suasana yang lebih tenang. Namun cara itu tak pernah benar-benar berhasil. Begitu ia kembali, orang tetap berdatangan, ke rumah atau ke kantor, untuk memberikan ucapan dengan caranya masing-masing.

Karena itulah, tahun ini ia memilih menerima tamu yang datang. Bahkan ia meminta istrinya, Shemmy Permata Sari, ikut menyiapkan makanan bagi siapa pun yang datang. Bukan untuk jamuan berlebihan, melainkan sebagai bentuk penghormatan. Orang datang sejak tepat pukul 24.00, lalu berlanjut pagi, siang, hingga malam. Kue terus berdatangan, tanpa henti.

Tahun ini terasa berbeda. Andi Faizal bukan hanya menjabat sebagai Ketua DPRD Bontang, tetapi juga didampingi istrinya yang kini menjadi anggota DPRD Kaltim. Keduanya sama-sama mengemban mandat politik hasil Pemilu 2024, dengan tanggung jawab yang berjalan bersamaan.

Saya bersama Anggota DPRD Bontang Ubayya Bengawan ikut datang memberikan ucapan ulang tahun . Foto: Darman
Andi Faizal Sofyan Hasdam didampingi istri, Shemmy Permata Sari, menerima ucapan ulang tahun di rumah jabatan Ketua DPRD Bontang. Foto: Agus S

Di usia 41 tahun, Andi Faizal telah dua periode memimpin DPRD Bontang. Ia tumbuh dalam keluarga dengan rekam jejak politik panjang. Ibunya, Neni Moerniaeni, kembali terpilih sebagai Wali Kota Bontang untuk periode kedua setelah jeda lima tahun. Ayahnya, Sofyan Hasdam, pernah dua periode menjabat Wali Kota Bontang sebelum melanjutkan pengabdian sebagai Anggota DPD RI. Pada Pemilu 2024, saudaranya, Andi Satya Adi Saputra, juga terpilih sebagai anggota DPRD Kaltim. Jejak itu membentuk lingkungan politik yang kuat di keluarganya.

Baca Juga:   Catatan FGD Kodifikasi UU Pemilu (2): Konsistensi Norma, Desain Kelembagaan, dan Masa Jabatan DPRD

Dengan latar seperti itu, ekspektasi publik terhadap Andi Faizal cukup tinggi. Namun ia tampak menyadari bahwa kepercayaan tidak cukup diwarisi, tapi harus terus dijaga melalui sikap dan keseharian. Ia pun memilih menjalani posisinya dengan caranya sendiri. Terbuka, membaur, dan tidak berjarak.

Kue ulang tahun bergambar Andi Faizal Sofyan Hasdam dari salah satu komunitas yang turut menyampaikan ucapan. Foto: Agus S
Suasana ruang rapat rumah jabatan Ketua DPRD Bontang dipenuhi tamu yang datang silih berganti memberikan ucapan. Foto: Istimewa

Barangkali karena itu pula, orang datang tanpa perlu undangan. Datang bukan semata karena jabatan, tetapi karena merasa diterima.

Ulang tahunnya berlangsung sederhana. Orang datang, menyampaikan ucapan, lalu pergi. Dari sana terlihat kedekatan Andi Faizal dengan banyak kalangan dan kesediaannya menyambut seluruh tamunya, meski terlihat lelah.

Karena itu, tak berlebihan jika banyak kalangan mulai memandangnya sebagai salah satu figur yang layak diperhitungkan untuk kepemimpinan Bontang ke depan.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img